Jumat, 16 Desember 2011

RANGKUMAN MATERI ANTROPOLOGI

3 r,.jpgRANGKUMAN MATERI ANTROPOLOGI
KELAS XII – BAHASA
SEMESTER 1 & 2















Di susun oleh   :
NAMA        :  AMNA NURDIANA
KELAS        :  XII BAHASA
NO. ABSEN      :  01



SMA NEGERI 3 TASIKMALAYA
2011 – 2012


BAB 1
KERAGAMAN BENTUK DAN PERKEMBANGAN SENI DI INDONESIA
Berdasarkan indera pendengaran manusia, seni dibagi 2 :
1.        seni musik
2.       seni kesusastraan
Pengelompokan seni menurut Edi sedyawati :
a.       Seni rupa
b.      Seni pertunjukan
c.       Seni sastra
d.      Seni media rekam

A.      Jenis kesenian di Indonesia
1.       Seni rupa
Secara garis besar seni rupa di bagi 3 :
A.      Seni  lukis
Perkembangan seni lukis:
1.       Zaman purba
2.       Zaman hindu – budha
3.       Zaman madya
4.       Zaman sekarang
Menurut bahan dan teknik pembuatannya seni lukis dibagi menjadi:
1.       Lukisan cat minyak
2.       Lukisan cat air
3.       Lukisan orang
4.       Lukisan altresco atau tresco
5.       Lukisan kapur berwarna
6.       Likisan tempera
7.       Lukisan encostis
8.       Lukisan mozaik
9.       Likisan azalajo
Menurut alairannya, seni lukis dibedakan menjadi lukisan yang beraliran :
1.       Naturalis
2.       Realis
3.       Impresionis
4.       Ekspresionis
5.       Kubisme
6.       Futuristis
7.       Surealis
8.       Bebas (abstrak)
B.  seni patung
C.  seni arsitektur
Perkembangannya :
-          Zaman batu
-          Zaman megalithikum tua

2.       Seni sastra
Sastra berkembang mengikuti  jiwa masyarakat menurut zamannya :
a.       Prosa
b.      Puisi
3.       Seni pertunjukan
-          Menurut Edi Sedyawati (2006) jejak – jejak seni pertunjukan Indonesia mulai di temukan pada zaman prasejarah akhir terutama zaman perunggu besi. Seni pertunjukan Indonesia mengalami perkembangan pada masa hindu - budha.
-          Fungsi seni pertunjukan menurut edi sedyawati (2006) :
a.       Fungsi Religius
b.      Fungsi Edukatif
c.       Fungsi Peneguhan integrasi nasional
d.      Fungsi Hiburan
e.      Fungsi Mata pencaharian
Jenis seni pertunjukan :
a.       Seni musik
b.      Seni tari
c.       Seni teater (drama)

B.      Hubungan seni, seniman dan masyarakat
1.       Seni
Seni adalah jenis prilaku manusia yang khusus
2.       Siapa seniman dan apa kegiatannya?
o   Seniman
Kita semua bisa melakukan hal yang sama, yaitu menciptakan karya seni sebagai suatu proses atau kegiatan yang kreatif, sehingga semua manusia adalah seniman.
o   Kegiatan seniman adalah melakukan kegiatan berkesenian, seperti menyanyi, mencipta dan membaca puisi, melukis, acting, dan sebagainya.
Kegiatan berkesenian dapat di pandang sebagai :
1.       Penyaluran kekuatan adi – kodrati
2.       Penyaluran bakti (kepada tuhan, atau pemimpin)
3.       Melestarikan atau mewariskan warisan nenek moyang
4.       Sarana atau komponen pendidikan
5.       Kegiatan bersenang  senang dan menghibur
6.       Sarana mata pencaharian hidup
Seni memiliki berbagi kemungkinan :
1.       Kekuatan adi – kodrati yang menjelma
2.       Ide yang mewujud
3.       Energy yang mewujud
4.       Sarana kesinambungan tradisi
5.       Wujud kreativitas
6.       Sarana  bersenang – senang

C.      kebebasan berkreasi
Proses kreatif seniman dengan menggunakan intuisi, kepekaan dan hati nurani.
D.      tanggung jawab berkesenian
-          makhluk sosial adalah mendukung terwujudnya kedamaian dan ketentraman masyarakat
-          Anggota suatu bangsa
-          Anggota suatu Negara

3.       Masyarakat
a.       Pengertian masyarakat
Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karya sendiri bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain.
Syarat terjadinya masyarakat :
1.       Terdapat dua orang atau lebih
2.       Terdapat sifat saling mempengaruhi atau pertalian batin
b.      Masyarakat dan seni
Masyarakat adalah sumber seni
kesenian mencerminkan nilai – nilai yang di anut suatu masyarakat dan sekaligus merupakn cara untuk mewariskan nilai – nilai yang di anut suatu masyarakat.

4.       Hubungan seni, seniman dan masyarakat :
Di tinjau dari perkembangan seni, masyarakat Indonesia memasuki masa post modern, menurut Chris baker (2005) perasaan post modern :
a.       Pengertian akan ciri hidup yang fregmentaris, ambigu, dan tak pasti
b.      Kesadaran akan sentralisasi hal – hal yang mungkin terjadi
c.       Pengakuan terhadap perbedaan
d.      Kecepatan laju kehidupan
Bedasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan seni, seniman dan masyarakat :
a.       Masyarkat selalu memiliki seni yang dilahirkan oleh beberapa senimannya
b.      Masyarakat adalah sumber  inspirasi bagi seniman dalam melahirkan karya seni
c.       Karya seni adalah sarana seniman untuk mengkritik dan memperbaiki keadaan masyarakat

5.       Sikap terhadap dampak potensi Seni
1.       Pengertian
a.       Sikap
Sikap adalah evaluasi umum  yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isu isu.
b.      Dampak potensi seni
Dampak adalah pengaruh luar yang mendatangkan akibat baik negatif atau positif.
Potensi diri adalah kemampuan yang dimilliki setiap pribadi yang mempunyai kemampuan untuk dikembangkan .
2.       Menentukan sikap terhadap dampak dari potensi seni










BAB II
AGAMA DAN KEPERCAYAAN DI INDONESIA
A.      Agama
1.       Emosi keagamman
Dapat menyebabkan manusia mempunyai sikap serba religi yang mencakup proses psikologi manusia
2.       System keyakinan
Berupa fikiran dan gagasan manusia menyangkut keyakinan dan konsepsi manusia akan sifat – sifat tuhan
3.       System ritus dan upacara
Wujud aktivitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiaannya
4.       Peralatan ritus dan upacara
5.       Umat agama

Dari berbagai pemahaman tentang agama tersebut maka menurut Hendropuspito dapat di rangkum unsur – unsur konsep agama yaitu :
1.       Agama di sebut jenis sistem sosial
2.       Agama berporos pada sesuatu kekuatan – kekuatan non empiris
1. Agama Bumi atau alam
a. simbolisme langit (dewa langit)
b. matahari dan bulan
c. air dan batu
2. Agama wahyu
Menurut Max Weber agama wahyu adalah  agama yang di rasionalkan, besifat abstrak dan logis
B.      Kepercayaan
1.       Animisme
2.       Dinamisme
3.       Totemisme
4.       Politheisme
5.       Monotheisme
6.       Sinkretime



BAB III
FUNGSI PERILAKU AGAMA DAN KEPERCAYAAN
A.      Lingkungan dan perilaku agama
1.       Lingkungan agama untuk mengetahui tentang perilaku agama
a.       Kawasan putih
Kawan dimana kebutuhan manusia yang hendak di capai masih dapat di atasi dengan kekuatan manusia sendiri
b.      Kawasan hijau
Meliputi daerah dimana manusia merasa aman dalam artian akhlak (moral)
c.       Kawasan gelap
Kawasan gelap adalah daerah usaha dimana manusia secara radikal dan total mengalami kegagalan yang di sebabkan oleh ketidak mampuan manusia sendiri secara mutlak
2.       Perilaku keagamaan
Secara psikologis ada 4 faktor yang menghasilkan sikap keagamaan :
1.       Pengaruh social
2.       Pengalaman
3.       Kebuntuan
4.       Proses pemikiran
B.      Dampak perilaku keagamaan bagi kehidupan masyarakat
Dibedakan dalam berbagi lapisan masyarakat:
1.       Golongan petani
Kaum petani cenderung untuk mendaya gunakan kekuatan magis guna mempengaruhi kekuatan kosmos yang irasional. Itulah sebabnya kaum petani pada umumnya mempunyai kecenderungan religius lebih besar dari pada kelompok manusia dari lapisan sosial lain
2.       Golongan pengrajin dan pedagang kecil
Hidup mereka lebih di dasarkan atas landasan ekonomi yang memerlukan perhitungan rasional, dengan perencanaan yang teliti dan pengarahan yang pasti
3.       Golongan pedagang besar
Kelas ini dikuasai oleh orientasi keduniaan yang menutup kecenderungannya kepada agama yang profetis dan etis.
4.       Golongan karyawan
5.       Golongan etis
Menurut Hueber , golongan elit dan hartawan sejajar dengan golngan birokrat yang tidak menaruh gagasan tentang keselamatan, dosa, dan kerendahan hati. Namun mereka haus akan kehormatan.
C. Fungsi agama dan kepercayaan
1. orang Bergama
Menurut Max herich, ada 4 faktor yang mendorong orang masuk atau pindah agama:
a.       Faktor pengaruh ilahi
b.      Adanya pembebasan dari tekanan batin dari kalangan ahli psikologi
c.       Adanya situasi pendidikan(sosialisasi)
d.      Adanya aneka pengaruh sosial
2. Fungsi agama atau religi dan kepercayaan
a.  Agama dan pemeliharaan masyarakat
Melalui organisasi agama, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan akan pengetahuan, dan ini mampu menciptakan pemeliharaan kepada masyarakat.
b. Agama dan pengintegrasian nilai – nilai
c. Peranan agama di bidang sosial
Nilai keagamaan memainkan peranan dalam masyarakat hanya selama nilai – nilai tersebut dikenal dianggap cocok dan diyakini oleh setiap anggota masyarakat.
d. Agama dan situasi ketegangan
Agama dapat dianggap sebagai salah satu cara yang paling penting  bagi manusia untuk menyesuaikan diri dengan situsi yang penuh ketegangan.

Fungsi agama menurut Hendropuspito:
1.       Fungsi pendidikan
2.       Fungsi penyelamatan
3.       Fungsi pengawasan sosial
4.       Memupuk persaudaraan
5.       Fungsi transformative











BAB IV
PENGARUH IPTEK TERHADAP MASYARAKAT DAN DINAMIKA BUDAYA
A.      Masalah Iptek
1.        Pengertian iptek
Ensiklopedia ilmu sosial tahun 2000
1.       Istilah teknologi mengacu pada sebuah objek fisik atau artefak seperti mobil
2.       Mengacu pada sebuah proses atau kegiatan
3.       Merujuk pada keterampilan dan pengetahuan yang di perluas dalam produksi atau penggunaan teknologi keahlian yang di perlukan untuk kebutuhan hidup
2.       Iptek dan pengaruhnya bagi kehidupan manusia
Perubahan masyarakat di pengaruhi oleh perkembangan iptek yang ada terutama teknologi yang di gunakan manusia dalam kehidupannya
3.       Sejumlah manfaat yang dihasilkan iptek
Membantu mempermudah pekerjaan
4.       Sejumlah kerugian yang dihasilkan iptek
Efek negative bias di bedakan menjadi 2 hal:
-          Bersifat sosial
-          Bersifat non sosial
5.       Masalah teknologi dan gaya hidup
Tidak jarang teknologi menjadi tolok ukur tingkat gaya hiduo seseorang atau menunjukan status tertentu

B.      Elemen- elemen penyebaran inovasi
1.       Inovasi
2.       Komunikasi
3.       Sistem sosial
-          Pemuka pendapat
-          Agen pembawa
4.       Waktu
C.      Norma, budaya dan tradisi dalam mengadopsi inovasi
1.       Norma budaya inovasi
Ada dua macam tipe norma dalam sistem sosial suatu masyaraat
-          Tradisional
-          Modern
2.       Beberapa golongan penting dalam keputusan  inovasi
Proses adopsi di artikan sebagai sebuah proses mental yang dilalui oleh individu sejak pertama kali mendengar inovasi sampai akhirnya mengadopsi inovasi tersebut
3.       Tahapan proses adopsi
Rogers dan shoemaker:
a.       Awareness stage             = Individu belajar akan ebuah ide baru
b.      Interest stage                    = Individu membangun ketertarikan terhadap inovasi dan mencari inovasi tambahan
c.       Evaluation stage
d.      Trial stage
e.      Adoption stage                 = Individu menggunakan ide baru secara terus menerus
4.       Beberapa perilaku ketidak sesuaian
Ketika individu merasa menjadi tidak sesuai, dia biasanya akan terdorong untuk merubah pengetahuan, sikapnya atau tindakannya.
5.       Diskontinuitas
Diskontinuitas adalah keputusan untuk mengehentikan penggunaan inovasi setelah sebelumnya mengadopsinya
6.       Berbagai kendala dalam proses adopsi
Sistem sosial yang bersifat tradisional dalam banyak hal nyatanya menjadi penghalang atau kendala proses penyebaran serta adopsi inovasi.

D.      Perkembangan daya dan potensi iptek
Teknologi dilihat sebagai salah satu aspek yang menentukan perubahan kebudayaan suatu masyarakat. Untuk itu, dalam memahami perubahan kebudayaan masyarakat dan mengambil sikap yang bijaksana atas hal tersebut maka ada baiknya jika kita melihat dulu bagaimana perkembangan iptek dalam masyarakat menurut kacamata studi antropologi
E.       Beberapa contoh perkembangan karya dan potensi iptek
Teknologi transportasi bermula dari di temukannya sandal atau alas kaki dan contoh lainnya
F.       Sekilas melihat pengaruh positif dan negatif iptek
Pengaruh iptek sangat bervariasi tergantung bagaimana dan dari sudut pandanag mana ia menilainya. Dengan begitu makna sebuah perkembangan teknologi bergantung dari bagaimana kita menilainya dan untuk apa kita menggunakannyaTeknologi dan culture lag
1.       Teknologi dan tuntutan kemmampuan SDM
2.       Cara menghadapai karya dan potensi iptek
Teknologi harus disikapi dengan bijaksana



BAB V
STUDI ETNOGRAFI DAN BAHASA LOKAL
A.      Studi Etnografi
1.       Pengertian dan makna studi etnografi
Etno = Bangsa atau suku bangsa
Graphy = tulisan
Etimologi = tulisan yang berisi deskripsi atau gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan suatu bangsa
2.       Studi etnografi Indonesia
Bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa.
Studi etnografi terhadap suku bangsa Indonesia terus di adkan secara berkesinambungan

B.              Pemetaan penyebaran bahasa lokal
1.       Pemetaan bahasa local
Pemetaan bahasa local adalah usah auntuk memberikan gambaran umum mengenai sejumalah bahasa adaerah yang dialeknya (bahasa local)
2.       Penyebaran bahasa local
Pemetaan  Penyebaran bahasa  daerah adalah  sangat mudah apabila tolo ukur yang di gunakan adalah daerah asal suku bangsa yang bersangkutan


  
BAB VI
MENGKOMUNIKASIKAN HASIL STUDY ANTROPOLOGI
A.      Studi antropologi

Antropologi adalah ilmu tentang manusia .
Fase pertama studi antropologi sudah ditemukan sebelum tahun 1800

1.          Materi yang menjadi bahan studi antropologi diantaranya adalah :
a.                   Ethnography yaitu gambaran tentang bangsa – bangsa
b.                   Ethnologhy yaitu ilmu bangsa – bangsa
c.                    Cultural Anthropologhy yaitu ilmu yang mempelajari peradaban manusia dengan focus     utama pada kebudayaan
d.                   Physical Anthropologhy adalah bagian dari antropologi yang mempelajari sejarah terjadinya keanekaragaman manusia berdasarkan perbedaan ciri – ciri fisik tubuh manusia

2.          Hasil studi antropologi
a.                    Teori
Hasil studi antropologi adalah teori – teori dalam antropologi.
Teori bertujuan menjelaskan kenyataan yang sudah ada
b.                   Teori antropologi
Teori antropologi terdiri dari 2 kata yaitu teori dan antropolgi
 Teori antropologi berarti sekumpulan konsep, definisi dan proposisi yang saling kait mengkait yang menghadirkan suatu tinjauan secara sistematis  atas fenomena kehidupan manusia dari waktu ke waktu dengan menunjukan secara spesifik hubungan  hubungan di antara variabel – variabel yang tekait dalam fenomena budaya, dengan tujuan memberikan deskripsi, ekplanasi dan prediksi atas fenomena budaya kehidupan manusia tersebut.
3.          Penerapan teori antropologi
Dalam kehidupan sehari – hari manusia sangat akrab dengan teknologi.
Teknologi adalah penerapan dari ilmu pengetahuan untuk membuat hidup manusia lebih baik dan mudah.
4.          Tujuan akhir studi antropologi
Manusia adalah makhluk Tuhan yang istimewa yang diberi sifat serba ingin tahu. Peradaban manusia menunjukan adanya usaha yang tidak mengenal lelah menuju kepada tingkat perkembangan pengetahuan yang telah di capai pada saaat ini.
5.       Tipe studi antopologi
Studi kualitatif dan kuantitatif
a.          Studi kuantitatif
Studi kuantitatif adalah studi yang mementingkan hasil bukan proses. Hasil studi berwujud laporan dengan menggunakan lambing dan bilangan dan didasarkan pada data empiris. Pada umumnya data akan di tampakkan dengan menggunakan tabel, grafik, diagram, dan posedurnya.
b.         Studi kualitatif
Studi kualitatif berusaha mendekati dan memecahkan permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh studi kuantitatif.
6.                        Cara berfikir induktif dan deduktif
a.          Cara berfikir induktif (kualitatif)
Cara berfikir yang didasar ada data – data dalam ruang ingkup kecil untuk menghasilak generalisasi ( teori umum / khusus ke umum)
b.         Cara berfikir deduktif ( kualitatif)
Yang didasarkan pada teori – teori yang sudah ada dan diakui kebenarannya secara umum (umum ke khusus)
B.      mengkomunikasikan hasil studi antopologi
1.       contoh – contoh aneh di sekitar kita
dua orang yang berbeda suku bertemu, karena perbedaan keduanya bersikap hati – hati, bahkan muncul rasa takut yang pada akhirnya membuahkan permusuhan. Seandainya mereka belajar hasil studi antropologi, tentu mereka akan dapat saling menerima dan bersahabat dengan baik.
2.       Apa penyebabnya?
Jawabannya adalah karena ketidaktahuan terhadap hasil – hasil studi antropologi.
3.       Bagaimana cara mengatasinya?
Yaitu dengan mengkomunikasikan hasil studi antropologi di lanjutkan dengan sosialisasi studi antropologi. Dengan demikian mereka di harapkan dapat menerimakenaekaragaman dan hidup berdampingan bersama guna membanagun peradaban dan kebudayaan manusia yang lebih maju.
4.       Cara mengkomunikasikan studi antropologi
-    sangat mungkin untuk mengkomunikasinkannya dari mulut ke mulut tapi hasilnya tidak akan maksimal.
-  menuliskan studi antropologi itu dalam berbagai bentuk karya ilmiah



SEMOGA BERMANFAAT . . . .

2 komentar: